Soekarno Bukan Dewa

soekarno 6

Pasca keruntuhan Orde Baru seolah menjadi lampu hijau untuk bangkitnya kembali Soekarnoisme di Indonesia. Bagaikan orang yang berpuasa untuk mengagungkan Soekarno, maka bedug keruntuhan Orde Baru dijadikan saat yang tepat untuk melepas kehausan sepuas-puasnya terhadap figur Soekarno.

Seiring kondisi di atas ada pertanyaan yang harus kita jawab dengan akal sehat, bukan dengan memori indah masa lalu. “Layakkah Soekarno memperoleh sanjungan yang tak berbatas itu ?” Jawabnya adalah “tidak, sekali lagi tidak.” Jawaban ini saya yakin menimbulkan kemarahan bagi para Soekarnoisme. Tetapi memang itu yang harus saya katakan.

Sebagai seorang orator maka saya mengacungkan jempol untuk Soekarno. Sebagai pemersatu bangsa, Soekarno tiada duanya. Sebagai Proklamator, jangan coba-coba ada yang mengingkari. Tetapi sebagai pemimpin besar bangsa ini kita harus berfikir secara jernih.

Pola pikir Soekarno  dan penghormatan rakyat lapisan bawah akan lebih tepat seandainya Soekarno menjadi “Raja Indonesia” dan memimpin bangsa ini dijaman kerajaan.

Ada beberapa hal yang dimiliki Soekarno yang hanya layak diperoleh dan dilakukan oleh seorang raja diantaranya:

  1. Presiden seumur hidup.
  2. Demokrasi terpimpin.
  3. Kultus individu.
  4. Adanya lebih dari satu istri .

Presiden seumur hidup: Pengangkatan dirinya (tidak adanya penolakan) sebagai Presiden seumur hidup merupakan pemutar balikan secara drastis apa yang selama ini selalu dia perjuangkan. Menghapus feodalisme di Indonesia. Indonesia harus menjadi negara demokrasi demikian selalu Soekarno katakan, dan sendainya bukan Soekarno yang diangkat menjadi presiden seumur hidup maka saya yakin dia akan menjadi orang terdepan yang memprotes keputusan tersebut. Kepentingan pribadi telah berada di atas visi perjuangan Soekarno. Dan hanya seorang raja yang berhak atas pengangkatan tersebut. Soekarno mencoba menembus dinding sebagai “Presiden RI” menuju “Raja Indonesia”

Demokrasi terpimpin: Demokrasi yang bertanggung jawab dan beretika adalah suatu keharusan, tetapi demokrasi terpimpin merupakan bibir otoriter yang dibalut gincu demokrasi. Kondisi yang demikian hanya patut terjadi dijaman kerajaan. Adakah faktor usia telah membuat Soekarno lupa bahwa dia hidup di Negara Demokrasi bukan dijaman kerajaan.

Kultus Individu yang terlalu dominan dan terkadang berbau mistik makin melengkapi Soekarno untuk menjadi seorang raja. Peci, tongkat komando sering menimbulkan kisah mistik laksana busana dan keris para raja. Soekarno sebagai seorang intelektual seakan-akan membiarkan semua itu semakin berkembang, termasuk gambar di atas mungkin lebih layak diterima seorang raja bukan seorang Presiden.

Keberadaan lebih dari satu istri lebih mendekatkan Soekarno sebagai seorang raja, dan hal tersebut dianggap wajar untuk seorang Soekarno. Kultus individu telah menutup mata semua elemen bangsa saat itu. Setiap kunjungan ke luar negeri selalu mengisahkan cerita kecil tentang Soekarno dan wanita. Termasuk saat bung Karno hendak membeli BH di sebuah pertokoan di luar negeri, ia tak segan memajang semua pramu niaga wanita guna mencari ukuran yang pas. Etiskah itu dilakukan oleh seorang kepala Negara ? dan begitu pentingkah BH tersebut sehingga harus dibeli disela-sela kunjungan sebagai kepala Negara. Dimanakah nama bangsa yang terkenal dengan sopan santunnya ?

Bagi anda yang pernah membaca Sewindu Dekat Bung Karno, tentu akan menemui cuplikan cerita bagaimana seorang ajudan Presiden (Kol. KKO. Bambang Wijanarko) diminta untuk mencari teman kencan pada malam hari, dan harus menceritakan kemesuman yang terjadi pada malam itu pada saat sarapan pagi keesokan harinya. Adakah hal ini lazim dilakukan oleh seorang Presiden ?

Kondisi pada saat itu membuat semua orang takut untuk memberikan peringatan kepada Soekarno, pers kehabisan tinta untuk menulis dan akhirnya diam bahkan menyebut itu semua sebagai kelebihan dari sosok Soekarno, karena semua sadar apabila hal itu dilakukan maka tangan besi Soekarno sebagai jawabannya. Pada prinsipnya tangan besi Soekarno tak jauh berbeda dengan tangan besi seorang raja, serta saudara kembar dari system Soeharto.  Merah hitam Indonesia ditentukan oleh Soekarno.

Mari kita bedah nurani ini, dan tempatkan segala sesuatu sesuai porsinya, termasuk sosok Soekarno. Namun demikian, masih banyak sumbangsih Soekarno untuk bangsa ini. Dan tidak terlalu berlebihan apa bila berdasar pada sisi positif perjuangan Soekarno maka pemerintah menetapkan serta mengangkat Soekarno menjadi Pahlawan Nasional.

Salam: Tony Mardianto

21 Komentar

  1. Salam Marhaen Pak Tony. Ini kunjungan balasan saya ya Pak. Artikel yang menarik & saya sependapat dengan Anda. Terima kasih atas tegur-sapanya.

    Sukses, demi Indonesia Raya!

    Bhayu M.H.
    http://www.bhayu.net

  2. Tanggapan utk Sdr: Bhayu.

    Hanya satu yang dapat saya katakan untuk Kang Bhayu, anda adalah Soekarnois sejati
    tapi tidak sampai tenggelam dalam kultus individu.
    Bangga saya dapat berkenalan dengan anda.

    Salam Marhaen.

  3. kapan mas bayu mampir lagi

  4. pak tony saya seorang mahasiswa yang sedari sekolah dasar sangat menyukai sejarah terutama sejarah indonesia.
    pada saat saya membaca artikel-artikel bapak mengenai bung karno, pak harto dan semua kejadian masa lalu yang selama ini jadi tanda tanya di kepala saya jadi terjawab.
    tapi kenapa ya pak artikel-artikel yang bapak tulis antara satu dengan yang lainnya ada sebuah kontradiktif pendapat.
    sebagai contoh bapak pada artikel soeharto putera mahkota soekarno mengungkap bahwa antara keduanya ada sebuah kekhususan hubungan dan alasan–alasan bung karno untuk mengangkat dirinya untuk menjadi presiden seumur hidup,.
    tapi di artikel soekarno bukan dewa, bapak berucap bahwa alasan soekarno bertindak itu karena kesewenangan untuk kepentingan pribadi.
    padahal pada artikel soeharto putera mahkota soekarno bapak mengatakan bahwa pengangkatan itu lebih karena adanya langkah strategis politik bung karno untuk memberikan kekuasaan yang besar itu pada orang yang tepat di waktu yang tepat.

    jadi ada sebuah keanehan menurut saya dari kedua artikel yang bapak tulis karena menurut pendapat pribadi saya, bapak kurang konsisten atas apa yang telah diucapkan untuk menurut saya pada perihal yang sama..

    saya pun pengaggum kedua tokoh di atas, baik bung karno atau pak harto,tapi saya berusaha untuk selalu objektif dalam memandang sejarah…

    maaf..
    dan terimakasih pak…

  5. Kawan-kawan harus cerdas. Belum ada satu presiden pun yang paling diterima rakyat dengan segala bukti2 nya. kalaupun ada kisah hitam BK,, maka saya ajukan pertanyaan lagi, “Kalau kita makan kacang kulit, yang dimakan kacangnya atau kulitnya? ”

    Salam Revolusi.
    Soekarno bukan dewa, tapi manusia yang sulit ditiru kecintaanya pada rakyatnya.

  6. Komentar untuk Tony Mardianto,
    anda perlu tahu pak tony, bung karno adalah manusia biasa, dia bukan dewa yang juga memiliki kekurangan dan kelebihan, apa lagi anda menyinggung soal wanita , istri banyak, itu hal yang wajar menurut saya, nggak ada manusia yang sempurna seluruhnya, anda sangat tidak meng hormati perjuangan, seseorang, anda ini sebenarnya siapa,, apa yang telah anda buat untuk negri ini, ngapain nyari-nyari kelemahan sesorang, tapi tunjukkan apa yang telah anda lakukan untuk negri ini, sejarah adalah sejarah terimalah apa adanya, lebih baik anda menulis keadaan Indonesia sekarang, jika anda seorang penulis , coba tulis keadaan Bangsa ini sekarang, kita bisa hidup enak saat ini karena perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.
    coaba anda tulis bagaimana negri ini sekarang. Indonesia Yang Kaya Raya ini, sekarang sudah dikuasai oleh orang asing, sekarang orang indonesia bisa makan enak tapi tetap jadi budak. rakyat masih banyak yang menderita, hanya segelintir orang indonesia yang misa hidup layak dinegri ini, apakah anda tahu itu, >>>

  7. Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan
    mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan
    itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu ! Lebih baik makan
    gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bestik tetapi budak.
    [Pidato bung Karno -HUT Proklamasi, 1963]

  8. walaupun soekarno bukan seorang yang mampu mengelola negara dengan manajemen yang baik, tapi di masa pemerintahannya dunia hormat pada bangsa kita, taks sperti saat ini dilecehkan sedemikian rupa oleh negara tetangga

  9. @nugie : kalo gitu knp minjem duit ke rusia??

  10. ayo indonesia revolusimu belum berakhir !!!!!!!!!!!

  11. Sepertinya artikel ini tidak ada pertanggung jawabannya dan hanya merupakan pandangan dari sisi penulis saja yang menyudutkan Soekarno dengan menuliskan kejelekan-kejelekan yang belum tentu benar adanya.

    – Soal foto atau gambar Soekarno diatas, penulis telah menghakimi bahwa Soekarno bagaikan seorang raja, padahal memang saat foto itu diambil, penulis ada disana menyaksikan kejadian yang ada di foto itu?? hanya yang ada di lokasi kejadian lah yang bisa memastikan apa yang terjadi sebenarnya pada foto Soekarno diatas. barangkali saja Soekarno sedang menolong, atau berempati terhadap bapak yang ada di foto tersebut, bukan sebagai pertemuan antara “hamba dan raja”.
    – Dan juga penulis tidak menanggapi komentar-komentar yang ada di artikel ini, salah satunya komentar saudara Nofialdi.

    Jelas ini merupakan bukti bahwa artikel ini tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya oleh penulis.

    Saya menduga bahwa penulis bukanlah pengagum Soekarno, tetapi pengagum soeharto yang merupakan orang yang kontra terhadap Soekarno. Saya duga penulis merupakan pengagum soeharto yang telah membuat bangsa Indonesia yang merdeka menjadi bangsa yang kembali dijajah oleh imperialis (amerika), dan soeharto merupakan dari sekian banyak oknum yang merupakan “budak” dari imperialis amerika yang mengizinkan “tuannya” untuk mencuri kekayaan alam Indonesia dan mengintervensi politik Indonesia sehingga menjadi tidak berdaulat.

    “Sepandai-pandainya membungkus bangkai, pasti baunya akan tercium juga”
    “Sepandai-pandainya menyembunyikan kejahatan, pasti nanti terkuak juga, bersamaan dengan terkuaknya kebenaran”

    Meski bagaimanapun, Kebenaranlah yang akan menang..

  12. Menurut saya memang Soekarno itu Raja, apa salahnya jika sampai sekarang pun kita tidak bisa mengimbangi dan meneruskan perjuangan para pahawan yang bersedia gugur demi bangsa dan negara.
    Raja karena dia yang mencetuskan terbentuknya negara Indonesia ini. Apa salahnya degan presiden seumur hidup jika memang belum ada sosok penggantinya?
    Dia Raja karena telah mempersatukan Nusantara, coba kita lihat negeri ini sekarang
    Apakah berdosa memiliki istri lebih dari satu? daripada berzina? Tidak ada yang mengkultuskan Soekarno kalau itu anda artikan “menyembah” memang dia bukan dewa tapi dunia mengakui kecerdasan filosofi idiologinya. Beliau meninggalkan”harta” yang sangat berharga yang banyak dari kita tidak menyadarinya, silahkan anda renungkan.
    MERDEKA!

  13. tony bego..bisanya mandang orang dari satu sisi aja lo,,,lo ga jawab komentar2 disini apa jangan2 lo udah mati ya?

  14. salam hormat pak tony,,
    saya ingin membela bapak pendiri bangsa kita,sungguh sepertinya dialah pemimpin sejati dan semua pemimpin besar dunia mengakuinya!!!
    pertama, presiden seumur hidup..coba tanya pantaskah kita menggugatnya dia tdk pantas akan sanjungan itu? bahkan jasanya tak akan mampu kita blas atas segenap keikhlasan bagi bangsa dan dunia ini..berjuta manusia didunia ini pada zamannya merdeka berkat dgn kecerdasan konsepnnya..
    kedua,apapun demokrasi itu mesti harus ada pemimpinnya.
    seperti yang diajarkan diagama (islam).ada imam dan makmum.seperti itu kita harus mengikuti pemimpin kita.
    ketiga, itu bukan sebuah unsur mistis, itu laksana sebuah kebudayaan dan bukan kepercayaaan..Soekarno seorang muslim sejati!! namun dia dibesarkan oleh orang tua dengan penuh kebudayaan. cobalah mengenal seseorang dari dalamnya…
    peci dan tongkat itu karena dia memunyai karisma sendiri,,yang kita kenal dia seorang yang menyukai seni. seni itu anugerah.
    yang terkhir,seorang muslim kan memang diizinkan beristri lebih asalkan dia sanggup bertanggup jawab adil terhadapnya…dan itu hak pribadi.tp apakah manusia biasa bsa berlaku adil?
    hanya manusia pilihan tuhan yang diizinkan.dan saya pernah membaca bahwa soekarno bukan menyukai perempuan karan nafsu syahwat tetapi dai sangat mengagumi wanita layaknya seperti sebuah bunga seperti sebuah seni..betapa dia mengagumi indah nya ciptaan tuhan

  15. saya cenderung setuju dengan penulis. iya sukarno memang proklamator, tapi dia sekedar membaca naskah proklamasi, sesuatu yang bisa dilakukan siapa saja yang menjadi pemimpin pergerakan masa itu. sukarno membuat indonesia memiliki harga diri, tapi berapa besar rakyat harus membayar? kekacauan ekonomi dan politik dan berakhir dengan kasus inflasi fantastis yang memiskinkan jutaan rakyat dalam semalam harus diderita oleh rakyat. hampir semua “raja” berdiri diatas punggung rakyatnya yang tersiksa, berselimut karisma dan kekuatan mistis yang terus mengukung rakyat dalam perbudakan sesungguhnya. sukarno, dengan segala idealismenya tidak pernah mampu mengekang-dirinya dari mereguk kenikmatan menjadi seorang “raja”.

  16. Saya setuju Pak Tony. Kita harus bisa melihat sisi baik dan sisi buruk pemimpin secara seimbang, sehingga kita bisa belajar dari legacy dan juga kesalahan-kesalahannya. Soekarno banyak jasanya, tidak ada yang memungkiri hal itu. Tetapi harus diakui bahwa setelah lama berkuasa, Soekarno menjadi diktator. Ribuan orang dipenjara tanpa proses pengadilan, dan surat kabar dibredel.

  17. Pak Tony, belajar lagi ya..

  18. ini tulisan dengan analisis yang bodoh…intinya mencari cari kelemaan orang lain…udah taulah kalau manusia bukan orang yang sempurna…siapapun dia

  19. Ini contoh produk kebodohan yang dilembagakan, dari judulnya saja yang bilang soekarno bukan dewa, lha iyes..sama dengan judul malaikat bukan setan, tuhan bukan hamba, tai ayam bukan tai kebo, si paijo bukan siti nurbaya atau yang paling mutakhir pak tony bukan ma erot (he3).

    Untuk menimbang posisi Soekarno terhadap Bangsa Indonesia, lihat lah apa yang telah dilakukannya untuk bangsa ini, beliau boleh jadi mata keranjang, playboy, terjebak kultus individu dll. ( yang oleh pak tony “dianggap” penting) tapi dibanding dengan apa yang telah dikerjakannya untuk Indonesia, maka sifat itu hanya sebagian kecil saja dari pribadi Soekarno, sebagian kecil dari keringat, darah dan pemikiran nya untuk bangsa dan negara.

    Beliau memang hanya manusia tetapi judul yang pantas untuk beliau adalah: “Soekarno, bukan manusia biasa”.

    Saya tidak menyalahkan Pak Tony, karena menyalahkan hanya tepat dialamatkan pada orang yang tahu benar apa yang dia bicarakan walupun akhirnya dia memilih bicara yang salah, mengerti benar yang dia pikirkan walaupun kemudian memutuskan pilihan yang salah, orang yang seperti itu sekalipun saling bersebrangan dalam berpendapat, apa yang dia sampaikan, ucapkan, tuliskan dapat memperkaya pengetahuan, wawasan dan cara pandang oarng lain yang mendengar dan membaca terlepas dari suka atau tidak suka terhadap pendiriannya. Pak Tony sayang nya tidak berada di tempat itu, sehingga saya tidak bisa mengatakan Pak Tony salah, karena cicak bukan buaya, kupat tahu bukan sendal jepit, dan hari rebo bukan hari kamis hi2.

  20. Sebuah penilaian yang dangkal dan ahistoris, terutama ttg “presiden seumur hidup”. Asal tau saja, ide “presiden seumur hidup” itu sama sekali bukan dari soekarno, tetapi merupakan desakan dr para jenderal sbg respon atas makin menguatnya PKI yg dikhawatirkan dpt meebut kursi presiden. Selanjutnya, soekarno itu muslim yg amat sangat memahami ajaran islam, di mana islam tidak melarang seorang lelaki memiliki istri lebih dr satu (max. 4).

  21. tapi soekarno presiden terbaik indonesia yang melawan kolonialisme dan mempersatukan negara negara asia afika….menjadi pencetus gerakan non blok…amerika inggris belanda takut…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s